Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Inilah Hipotesis Gaia : Bumi Hidup Dan Bernafas


 emang saya ga pernah kalo membahas planet yang satu inilah  Hipotesis Gaia : Bumi  Hidup dan Bernafas

Author LEONARDO VINTINI,

Lagi-lagi soal bumi, emang saya ga pernah kalo membahas planet yang satu...dari sekian planet yang kita kenal slama ini planet inilah yang sanggup kita tempati...

Jika kita mengaduk ember hipotesis ilmiah modern, dan menentukan manakah di antara mereka yang paling mengaburkan antara garis faktual dan ramalan, kita akan menemukan Hipotesis Gaia berada di puncak rating. Selama empat dekade, gagasan ihwal "bumi yang hidup" terus mengumpulkan bukti faktual untuk mendukungnya, para ilmuwan dari banyak sekali bidang mulai tertarik dengan gagasan tersebut.

Lalu apakah yang dimaksud dengan Hipotesis Gaia? Dinamai berdasarkan Dewi Bumi bangsa Yunani kuno, teori ini menggambarkan planet kita sebagai sebuah sistem yang hidup, bernafas dan sebagai satu kesatuan yang mempunyai hukum sendiri.

Lihatlah pada udara yang kita hirup misalnya. Oksigen ialah unsur mudah yang sangat diharapkan oleh semua organisme untuk hidup, mulai dari bakteri, ikan sampai manusia. Gas ini selama berabad-abad mengelola 21% komposisi atmosfer bumi yang berkaitan dengan kelangsungan hidup organisme (tumbuhan) yang secara terus menerus melepaskan gas tersebut. Oksigen—elemen yang sangat reaktif—memiliki potensi untuk bersenyawa dengan mineral dan gas lain dari atmosfer dan kerak bumi, mengabur sepenuhnya dalam bentuk senyawanya masing-masing.

Namun walaupun labil, atmosfer Bumi merupakan penyokong kehidupan yang relatif tiada hentinya. Ini ialah salah satu hasil pengamatan dari hebat kimia James Lovelock yang dipaparkan pada konferensi ilmiah yang diselenggarakan di Princeton tahun 1969. Mengemukakan konsep alam semesta sebagai sebuah permainan berkelahi untung semata, Lovelock mendalilkan bahwa bumi sanggup bekerja dengan baik ibarat layaknya suatu organisme hidup yang maha besar, ia mengorganisir semua bentuk materi, baik itu bahan organik maupun anorganik dengan tujuan yang pasti, yakni membuat suatu lingkungan yang layak menopang kehidupan di dalamnya. Lepas dari prestasi masa lalunya—khususnya pada ketika membuat instrumen sensitif untuk pesawat ruang angkasa Viking pada eksplorasi Marsnya—ide Lovelock ihwal bumi yang hidup mendulang kritik keras dari para koleganya.

Hal lain yang diangkat Lovelock ialah tidak berubahnya konsentrasi kadar garam air laut, yang tetap berada pada tingkat optimal bagi eksistensi kehidupan. Ilmu pengetahuan telah menemukan bahwa air sungai secara konstan menyeret mineral garam untuk masuk ke laut, namun ketika air maritim menguap menjadi bentuk awan, garamnya tidak akan terbawa serta. Jika kita dengan ketat mengikuti cara berpikir logis, kita niscaya menyimpulkan bahwa konsentrasi kadar garam di maritim semestinya akan meningkat seiring waktu. Namun hal ini tidak terjadi. Konsentrasi kadar garam tidak berubah selama berabad-abad. Menurut mereka yang mendukung Hipotesis Gaia, ini merujuk pada kemampuan kolosal bumi dalam memelihara keseimbangan internal - fenomena yang secara ilmiah sesuai (meskipun pada umumnya berlaku pada organisme sel) layaknya "homeostasis" (sistem keseimbangan internal pada tubuh).

Beberapa pihak percaya bahwa tanggapan di balik fenomena ganjil ini mungkin ditemukan pada pembentukan tambang garam: dari waktu ke waktu air membentuk sebuah teluk dan kemudian terkurung oleh daratan. Air menguap dan hanya meninggalkan garam. Daratan inilah yang kemudian tertutup oleh tanah liat dan pasir, yang usang kelamaan mengubahnya menjadi watu karang, mencegah air sungai membawa mineral garam pergi. Apakah prosedur ini yang mengatur konsentrasi garam, ibarat contohnya air tawar (sungai) tidak pernah tidak sanggup didiami ikan dan makhluk maritim lain? Menurut para pendukung teori ini, hal tersebut bukanlah keadaan yang kebetulan, namun lebih dari suatu proses yang dikendalikan oleh Gaia sendiri.

Contoh terbaru lain yang mendukung eksistensi Gaia ialah tiba dari inovasi ilmuwan Universitas Hong Kong, pimpinan Jiu Liao. Selama penelitiannya di sepanjang pantai, tim peneliti ini mencatat bahwa air pasang seperti membuat pesisir pantai "bernafas" ibarat udara dan embun yang bersirkulasi melalui tekanan air pada dasar laut. Kasus pernafasan yang paling terang sanggup dilihat pada gelembung udara yang muncul dari lantai pesisir. Air pasang nampaknya menghipnotis gerakan ritmis dasar laut, menjadikan sesuatu yang serupa dengan pernafasan tetapi dengan frekuensi yang lebih lambat, tepatnya, tentu saja, diubahsuaikan dengan ukuran bumi yang mahabesar.

Bukti mengenai bumi yang hidup dan bernafas tidak hanya berhenti di sana: laporan final oleh ilmuwan dari Observatorium Mauna Loa Hawaii menawarkan bahwa konsentrasi karbondioksida (CO2), dari tahun 1955 sampai 1995, bervariasi dalam contoh ritmis—naik turun, dengan bukti yang dikumpulkan melalui beberapa stasiun geografi, dan beberapa diantaranya menginterpretasikan ibarat layaknya bumi yang sedang menghirup dan menghembuskan nafas.

Hipotesis Gaia bangun melawan dominasi teori yang berpegang pada gagasan, kondisi yang layak untuk hidup telah dikelola selama beribu-ribu tahun semata-mata hanyalah kebetulan—proses kerja indepen-dent yang terisolasi ini, membuat situasi yang lemah. Keyakinan bahwa Bumi ialah sistem yang hidup merupakan gagasan yang sampai sekarang lebih banyak mendapat perilaku skeptis daripada mereka yang mendukung, namun aliran sanggup berubah seiring bukti yang bermunculan.

salam adin
semoga bermanfaat

(The Epoch Times/feb)
http://en.epochtimes.com/news/7-11-2/61459.html

Inilah Penjelajahan Antar Bintang : Konsep Menembus Ruang Dan Waktu??


Wallaw fatahnaa alaihim baabamminassamaai fadhollu fiihi yaqrujuun inilah  Penjelajahan Antar Bintang : Konsep Menembus Ruang dan Waktu??Wallaw fatahnaa alaihim baabamminassamaai fadhollu fiihi yaqrujuun
Laqaaluu innamaa syukkiraa abshoorunaa bal nahnu qawmummashuuruun

“Dan bila seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, kemudian mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata: "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami yakni orang orang yang kena sihir."
Al Hijr 14-15

Tolong dikoreksi bila ada kesalahan

Sejak SMU dulu saya emang suka baca baca buku yang menguak mengenai ruang angkasa yang selalu misteri kalo tambah dikaji, meskipun saya lemah dalam hal fisika cs namun ilmu ini menciptakan saya kagum setengah mati…:)

Movi Star Trek, mungkin dari kalian udah pernah nanton semuanya.. serial televisi bertemakan Fiksi Ilmiah paling legendaris sepanjang masa ini? Mungkin tidak ada . Serial yang bertemakan Sci-fi ini bercerita mengenai kehidupan insan di masa depan bahu-membahu dengan spesies dari planet dan tata surya lain ( kalau tidak salah setting-nya di kurun 24, CMIIW). Dalam seri pertamanya yang dikenal sebagai Star Trek : The Original Series, dikisahkan ihwal petualangan pesawat ruang angkasa USS Enterprise (NCC-1701) dalam petualangan menjelajah ruang angkasa, mengunjungi planet-planet abnormal di beberapa konstelasi bintang yang berjarak ribuan tahun cahaya.

Wallaw fatahnaa alaihim baabamminassamaai fadhollu fiihi yaqrujuun inilah  Penjelajahan Antar Bintang : Konsep Menembus Ruang dan Waktu??
membayangkan, mungkinkah wisata ibarat ini sanggup kita lakukukan dikemudian hari? lalu, kira-kira bagaimana caranya? apakah worm hole benar-benar dapatSerial Star Trek pertama yakni seri Voyager, menggambarkan perjalanan pesawat ruang angkasa USS Voyager NCC-74656 dengan kapten Kathryn Janeway (Kate Mulgrew) yang terlempar ke kuadran delta (yaitu perempat penggalan lain dari galaksi bima sakti) oleh suatu kekuatan alien dan mencari jalan kembali ke bumi.. Konsepnya benar-benar berbeda dari film bertemakan sci-fi lainnya. Selain itu yang bikin film ini saya kagum yakni dari serial ini yakni sebuah konsep mengenai wisata/penjelajahan antar bintang-nya, dimana dengan memanfaatkan worm hole (lubang cacing), pesawat ruang angkasa mereka sanggup begitu cepat sanggup hingga ke suatu konstelasi bintang yang jaraknya sangat-sangat jauh dari tata surya kita. Sedikit dimanfaatkan untuk tujuan tersebut? atau adakah alternatif cara lainnya?

Dari sebuah buku yang berjudul : Fisika Modern Menyingkap Misteri Lubang Hitam, karya Yusman W, M.si, dipaparkan suatu konsep Fisika Modern mengenai permasalahan ini. Sebagaimana juga dipaparkan oleh Anwar Effendie dalam suatu bukunya, nampaknya apa yang sedang diselidiki Mellor dan Moss yakni suatu perjuangan untuk membuka sensor langit. Bila kasus ini berhasil mereka pecahkan, maka erosfer sanggup dimanfaatkan sebagai lorong waktu untuk mencapai tempat-tempat jauh yang dituju tanpa harus mati terkurung dalam kandang peristiwa. Karena kecepatan pusingan ruang di ergosfer melebihi kecepatan cahaya, dengan sendirinya waktu menjadi beku, dan kita sanggup menjelajah ruang berjarak miliaran tahun cahaya hanya dalam waktu sekejap saja!

Perjalanan Menembus Waktu yakni puncak ilmu manusia, lantaran dalam masa hidup kita yang hanya puluhan atau ratusan tahun, kita akan bisa menjelajahi galaksi-galaksi yang jauh bukan hanya sekali, tetapi berulang kali!! mengagumkan bukan?
Perjalanan ini telah diisyaratkan dalam Al-Qur'an sebagaimana kita temukan dalam surat Al-Hijr ayat 14-15 diatas.

Wallaw fatahnaa alaihim baabamminassamaai fadhollu fiihi yaqrujuun inilah  Penjelajahan Antar Bintang : Konsep Menembus Ruang dan Waktu??
Dengan adanya ayat ini terang sekali bahwa selain perjalanan menembus langit dengan pesawat antariksa, sebagaimana yang diisyaratkan dalam surat Ar-Rahman ayat 33, masih ada cara lain yang "bebas hambatan". Bebas kendala disini diartikan apabila pintu waktu telah ditembusnya. Sebab, kesulitannya justru pada awal pemberangkatannya lantaran harus memakai kepesatan cahaya untuk menembus ergosfer dan memperhitungkan pecahan tubuh pesawat yang harus menjadi korban memeasuki kandang peristiwa.

Namun, sekali trik ilmu berhasil memecahkan dinding tenaga dahsyat yang menjadi pintu waktu tersebut, maka kendala alam pun menjadi lenyap semuanya. Dikatakan trik ilmu, alasannya secara masuk akal tidak mungkin akan bisa mendobrak pintu waktu tersebut. Sama halnya ibarat dikala kurun antariksa dimulai pada tahun 1958. Sebenarnya, kemampuan teknologi pendorong roket masih terlalu lemah untuk sanggup diluncurkan satelit atau pesawat dengan kecepatan 11 km/detik supaya sanggup lepas dari tarikan gravitasi bumi. Tetapi dengan cara menyusun beberapa pendorong ternyata insan sanggup mengatasi hambatannya.

Hambatan terbesar dalam mendobrak pintu waktu tersebut yakni ketahanan tubuh pesawat yang harus bisa bertahan terhadap guncangan maha dasyat dan tidak samapai robek dan hancur. Cara yang paling masuk akal yakni dengan menciptakan beberapa lapis tubuh pesawat dari materi berketahanan tinggi, sehingga bila lapis terluar terobek hancur, masih ada lapis-lapis lainnya yang akan dijadikan korban secara bertahap, dan dua lapis terakhir yang akan pecah dua, yang luar untuk melawan pusingan ergosfer dan yang dalam yakni pesawat yang bergotong-royong untuk menjelajah langit. Dapat juga dengan roket pendorong bersusun ibarat teknologi roket sekarang. Roket pendorong terakhir yakni yang melawan pusingan ergosfer dan masuk ke kandang peristiwa, sementara pesawatnya sendiri melesat ke depan.

Cara lain yakni dengan memproses materi pesawat yang bersifat kenyal. Tetapi cara yang paling sesuai nampaknya yakni dengan memakai materi anti benda. Dengan mempelajari sifat-sifat materi tersebut menjadi benda wujud tampak atau semacam medan tenaga pengurung atau medan elektromagnet ibarat dalam mesin-mesin pemercepat zarah. Teknologi pengurungan demikian sudah dimiliki oleh insan di bumi, sehingga tidak akan terlalu sulit lagi dalam mempraktekannya. Yang masih harus di teliti antibendanya yang akan dijadikan sebagai materi pesawat.

Bila zarah bertemu dengan antizarah, berdasarkan teori pusingan elektron Dirac, mereka akan saling menghancurkan dan zarah itu akan dihisap ke dalam lubang dengan melepaskan tenaga tumbukan, dan zarah itu akan lenyap lantaran ia sudah berada dalam ruang tanpa waktu. Ini yakni celah-celah yang memungkinkan insan sanggup menembus waktu dengan selamat.



Referensi:
Diolah sedikit dari Dipfals
*Sakti San Jaya, Teori Fisika Mesin Waktu.
*Dr. Yusman Wiyatmo, M.si, Fisika Modern Menyingkap Misteri Lubang hitam.
*Anwar Effendie, Perjalanan Ruang dan Waktu dalam Kaitannya dengan Penciptaan Alam Raya.

Inilah Perihal Komet


Menurut kepercayaan orang dulu Kehadiran komet dilangit akan terjadi suatu insiden besar inilah  perihal KOMETMenurut kepercayaan orang dulu Kehadiran komet dilangit akan terjadi suatu insiden besar yang akan terjadi. kehadiran komet merupakan sebuah mengambarkan yang dikirimkan alam untuk manusia, namun seiring berjalannya waktu komet bukan lagi sebuah mengambarkan alam yang megrimkan suatu insiden yang akan terjadi, namun lebih dari itu, komet memilki sejuta mistery yang sangat mengagumkan oleh kalangan ilmuwan dan insan hingga dikala ini. Konon musnahnya peradaban dinasaurua dan peradaban maju jaman dulu tidak lain yakni sebab komet yang jatuh dan menghmepaskan sgala kehidupan dimuka bumi, tak jauh jauh dari waktu itu, kalo kalian pernah membaca artikel ledakan dahsyat tunguska event di siberia awal era 20 an berdasarkan asumsi ilmuwan sebab adanya ledakan komet di atas angkasa yang meluluhlantakkan semua benda yang ada disana, itu merupakan sekelumit insiden dimuka bumi yang diakibatkan oleh kehadiran komet.

Sejak insan mulai sanggup menalar fenomena yang teramati di langit, semenjak itulah perhitungan waktu di mulai. Terbit-terbenamnya Matahari, perubahan wajah Bulan yang periodik, dan penampakan planet-planet serta rasi bintang dengan bermacam-macam pola hasil imajinasi yang sanggup diprediksi, kemudian dipetakan, telah memperlihatkan pengertian pada insan zaman dulu perihal kesempurnaan langit. Tentang betapa runtut dan teraturnya pergelaran yang dipertontonkan dalam ruang mangkuk raksasa tersebut....
Kegembiraan tengah membahana mengiringi kesuksesan misi Deep Impact dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). NASA berupaya memahami evolusi Tata Surya melalui “pembedahan” inti sebuah komet. Sementara kita akan kembali sejenak ke masa silam guna merunut pandangan leluhur perihal eksistensi sebuah objek yang kita kenal sebagai lintang kemukus ini.
Berbeda watak dengan penghuni langit lainnya, penampakan komet yang sekonyong-konyong di kegelapan malam telah memberi wangsit perihal kehadirannya sebagai mengambarkan yang dikirimkan para tuhan bagi manusia. Namun, info apakah yang hendak disampaikannya? Apa konsekuensi dari kemunculannya bagi kehidupan insan di muka Bumi?
Beberapa budaya yang muncul dari peradaban insan membaca pesan-pesan agung tersebut dengan mencermati menyerupai apa penampakan komet yang mereka lihat. Sebagai pola bagi sebagian budaya, ekor komet memberi kesan sebagai kepala perempuan dengan rambut panjang yang tergerai.

Menurut kepercayaan orang dulu Kehadiran komet dilangit akan terjadi suatu insiden besar inilah  perihal KOMETilustrasi serangan komet jaman Dinosaurus

Simbol kedukaan mendalam ini telah dipahami sebagai cara para tuhan dalam memberikan pesan akan datangnya bala bencana yang akan mengikuti kemunculan sang komet. Sebagian yang lain melihat juntaian ekor komet laksana pedang yang membelah angkasa, sebuah mengambarkan akan terjadinya peperangan dan kematian.
Budaya bertutur yang menghasilkan legenda juga menyebut-nyebut objek langit yang kehadirannya mengembangkan rasa takut ini. Sebutlah contohnya “Epic of Gilgamesh” dari bangsa Babilonia, yang di dalamnya mendeskripsikan kehadiran api dan banjir yang menyertai kehadiran komet di angkasa Bumi.
Tak jauh berbeda yakni legenda Yakut milik bangsa Mongolia kuno yang menyebut komet sebagai “saudara perempuan iblis” yang memberi peringatan perihal kehancuran, badai, dan isu terkini hambar yang membeku ketika objek ini mendekati Bumi.
Tak semata mitos
Nyatanya, dampak yang ditimbulkan komet tidak semata-mata terbatas pada mitos maupun legenda yang menjadi serpihan dari khasanah kebudayaan umat manusia. Komet pernah pula dituding bertanggung jawab atas peristiwa terbunuhnya sang penguasa besar bangsa Romawi, Julius Caesar. Hal itu berkenaan dengan kemunculan si “Rambut Panjang” di langit sebelum terjadinya insiden mengenaskan tersebut.
Di daratan Inggris, komet Halley juga dikaitkan dengan insiden kelam “Black Death”, (black death, akan saya bahas lain waktu...), janjkematian besar-besaran akhir wabah sampar yang menyerang daratan Eropa. Demikian pula dalam lembaran kelam bangsa Inca di Peru yang dicatat sejarah. Penampakan komet telah menggiring mereka ke ladang pembantaian yang dilakukan pasukan penjelajah asal Spanyol di bawah pimpinan Francisco Pizarro. Yang masih saya ingat lagi perihal musnahnya peradaban peradabn hilang yang berdasarkan asumsi ilmuwan yakni jatuhnya komet raksaa ke bumi kita dan masih banyak lagi penafsiran segala macam petaka yang diakibatkan oleh dantangnya tamu dari ruang angkasa ini.
Meskipun berangkat dari semangat spiritual yang sama, yaitu perihal kemunculan komet sebagai cara penguasa langit berkomunikasi dengan penduduk Bumi, para pengamat langit bangsa Cina terbiasa merekam dengan rapi setiap penampakan yang terjadi. Bahkan pada era Dinasti Han sudah ditemui adanya atlas komet.

Menurut kepercayaan orang dulu Kehadiran komet dilangit akan terjadi suatu insiden besar inilah  perihal KOMETKomet Kohoutek, nama komet biasanya diabadikan oleh penemunya

Bagi bangsa Cina, pencatatan ini menjadi bernilai spiritual, sebab dalam keyakinan mereka kaisar yang tidak lain yakni Putra Langit harus melangsungkan pemerintahan di Bumi dalam keharmonian dengan keteraturan yang teramati di angkasa. Karena itulah, setiap fenomena yang terjadi senantiasa dipahami sebagai persetujuan ataupun ketidaksetujuan dari penguasa di langit.
Tak ketinggalan juga dengan kemunculan komet Ikeya-Seki pada tahun 1965 yang mempunyai kesan tersendiri dalam sejarah kelam perjalanan bangsa kita, terjadinya pemberontakan bersenjata di selesai masa berkuasanya Orde Lama.
Tepian tata surya
Bagaimana dengan kita yang hidup pada masa di mana ilmu pengetahuan dan teknologi mendapat daerah terhormatnya? Saat ini kita tahu, komet berasal dari tepian Tata Surya. Renik yang menjadi saksi bisu dalam proses pembentukan sistem keplanetan ini 4,6 miliar tahun silam.

Awan Oort yang berada jauh di luar orbit Pluto, dipercaya sebagai daerah pembiakannya. Seperti anggota Tata Surya lainnya, komet pun mengorbit Matahari. Akibat gangguan gravitasi dari bintang-bintang erat Matahari, komet-komet tersebut sanggup berubah orbitnya. Dari yang semula berada di tepian Tata Surya menjadi bermukim di Tata Surya serpihan dalam menjadi komet berperiode pendek.
Ada pula yang terperangkap gravitasi planet raksasa, sehingga alih-alih mengorbit Matahari justru mengorbit planet tersebut. Ada yang secara bersiklus mendekati Matahari, menyerupai komet Tempel 1 yang menjadi sasaran misi Deep Impact yang mendekati Matahari satu kali dalam 5,5 tahun, namun ada juga yang hanya sekali mendekati Matahari dan sehabis itu tak pernah kembali.

Meskipun kini kita mempunyai pandangan ilmiah perihal komet, aura ketakutan yang dibawanya masih setia menyelimuti kita hingga kini. Tengok saja kisah-kisah fiksi yang berhasil di angkat ke layar lebar dan mendulang sukses besar, menyerupai Deep Impact dan Armageddon .
Baru kini kita sadar, insiden tumbukan dengan benda-benda angkasa menyerupai yang tergambar dalam film fiksi ilmiah di atas bukanlah hal yang musykil untuk terjadi. Peristiwa tumbukan di Tata Surya antara planet Jupiter dengan komet Shoemaker-Levy 9 pada tahun 1994 silam telah membuka mata kita.
Melihat potensi yang ditimbulkannya, tidak berlebihan jikalau eksistensi benda-benda angkasa tersebut perlu senantiasa dipantau untuk memperoleh informasi akurat perihal perubahan orbit yang dialaminya, sehingga kita pun sanggup dengan lebih baik memprediksikan kebolehjadian pertemuan dekatnya dengan Bumi dan lebih jauh lagi tindakan antisipasi jikalau akan terjadi tumbukan di masa depan.

Sejumlah tim yang terdiri atas astronom dari seluruh dunia dikala ini tengah melaksanakan survei langit dengan kamera elektronik untuk menemukan NEO (Near-Earth Objects) yang sebagian diantaranya yakni komet. Komet-komet anggota NEO yang mempunyai periode orbit kurang dari 200 tahun (komet-komet berperiode pendek) dikelompokkan tersendiri sebagai NEC (Near-Earth Comets).

Sebagian diam-diam langit yang dulu masih menjadi teka-teki dan dibalut hal-hal yang tidak rasional memang telah berhasil kita kuak, namun jauh lebih banyak lagi yang masih berupa misteri bagi kita. Misteri tersembunyi itulah yang semakin menciptakan kita tertarik untuk mencebur lebih dalam lagi, sebab hasrat bawaan kita. Pada hakikatnya insan yakni makhluk yang selalu ingin tahu. Ingin memperluas wawasan, dan tentunya dengan itu menjadi insan yang maju.

Salam adin..Semoga bermanfaat

Source :
Judhistira Aria Utama, S.Si., (Alumni Departemen Astronomi FMIPA-ITB. Instruktur Olimpiade Sains Bidang Astronomi.) dan banyak sekali sumber

Inilah Fermi Paradoc Teory


Pertanyaan yang slalu tersibak dalam benak inilah  Fermi paradoc TeoryPertanyaan yang slalu tersibak dalam benak, apakah dari triliunan benda angkasa yang bertebaran dijagad raya ini hanya bumikah yang terhuni oleh makhluk insan ibarat saya ini (kita kita) ???, ataukah diujung langit diluar sana juga terdapat jutaan planet atau paling tidak ada daerah berteduh yang sama dengan bumi tercinta ini, planet semisal bumi???, apa yang tersirat dalam ayat diatas makhluk melata yang hidup dilangit dan dibumi dan diatara keduanya???Adakah kalian yang interset dengan pembahasan ini??

Masihkan ada yang tertarik dengan topic makhluk cerdas dari luar bumi, sebut saja alien..

Ngomong ngomong artikel pencarian kehidupan diluar bumi pernah saya angkat satu persatu meskipun cukup panjang, tapi bab kalian yang tertarik silahkan dibaca lagi…okeee

extraterrestrials life selalu menarik untuk dibahas dan diperbincangkan. Seperti pada artikel berseri "adakah kehidupan diluar bumi", kemungkinan mengenai ada tidaknya kehidupan makhluk cerdas diluar bumi (alien) masih merupakan suatu tanda tanya besar. walaupun boleh dikatakan kita mempunyai teknologi yang cukup untuk melacak keberadaan mereka, namun dalam kenyataannya hal itu masih sangat sulit untuk dilakukan. Berdasarkan data yang saya peroleh galaksi Bima Sakti diperkirakan mempunyai 400 miliyar bintang!!. Jika salah satu diantaranya mempunyai planet dan berkembang kehidupan cerdas disana, maka akan terdapat jutaan kehidupan cerdas di Jagad Raya ini.

Fermi paradox menjadi kontradiksi yang aktual menyangkut kemungkinan adanya peradaban extraterrestrial dengan ketidakadaan bukti yang berpengaruh untuk mendukung pernyataan tersebut. Musim panas di tahun 1950, Fisikawan ternama, Enrico Fermi pernah berdiskusi dengan beberapa rekannya mengenai topik peradaban cerdas di Bima Sakti pada ketika santap siang di Laboratorium Los Almost. Enrico Fermi bertanya mengenai kemungkinan adanya peradaban cerdas selain kita yang berkembang di galaksi ini kepada tiga orang rekannya. Pertanyaan Fermi menyangkut peradaban alien tentunya sama dengan beberapa pertanyaan yang umum dilontarkan sebagian orang, yaitu mengapa tidak ada bukti yang berpengaruh mengenai keberadaan mereka apabila Alien benar-benar eksis dan pernah mengunjungi planet ini? Mengapa mereka tidak pernah sekalipun mengirimkan sinyal-sinyal transmisi radio kepada kita untuk sekedar menyapa, "ya, kami memang ada". Suatu pengujian yang lebih terperinci menyangkut implikasi dari topik dan pertanyaan tersebut diuraikan pada suatu catatan Michael H. Hart di tahun 1975 yang kemudian sering disebut sebagai Fermi-Hart Paradox.

kembali lagi kita ketahui siapa Bima Sakti itu…kita tahu dengan meninjau usia Galaksi Bima Sakti yang diperkirakan berusia 13,2 miliar tahun, Fermi memperlihatkan pendapatnya mengenai kemungkinan adanya kehidupan cerdas yang bisa membuatkan teknologi di Bima Sakti. Jika kemungkinan terdapat planet dengan struktur ibarat bumi dimana disana berkembang kehidupan tingkat tinggi, tentunya akan terdapat banyak kehidupan ibarat kita di Galaksi ini. Sebagai gambarannya, beberapa jago dan penulis nonfiksi ilmiah telah banyak yang mencoba untuk menaksirkan seberapa cepat peradaban-peradaban cerdas berkembang ke penjuru galaksi. Seperti yang diuraikan oleh Dading H. Nugroho, M.Si pada artikelnya disalah satu surat kabar, Jika kita anggap jarak antarbintang atau koloni sebesar 10 tahun cahaya Pesawat penjelajah yang dipakai mempunyai kecepatan 0,1 kali kecepatan cahaya dan waktu yang diharapkan untuk membangun sebuah koloni serta menyiapkan keberangkatan ke daerah tujuan selanjutnya, katakanlah, sekitar 5000 tahun.

Artinya, kecepatan pembentukan koloni yaitu sebesar 0,002 tahun cahaya per tahunnya. Dengan mengetahui garis tengah galaksi Bima Sakti sebesar 100.000 tahun cahaya, maka waktu yang diharapkan untuk membentuk koloni di Bima Sakti hanya 50 juta tahun. Untuk standar (kita) manusia, interval waktu ini tentu saja sangat panjang. Tetapi, dalam skala waktu geologi maupun kosmos (usia alam semesta 13,7 miliar tahun), interval waktu tersebut singkat sekali. Bila demikian, mengapa sulit bagi kita menemukan teman kita di salah satu sudut galaksi?

Banyak perjuangan telah dilakukan untuk membuatkan teori ilmiah dan model kehidupan extraterrestrial sebagai pendekatan untuk menjawab aneka macam pertanyaan yang terangkum didalam Fermi-Hart Paradox. Pemecahan fermi paradox dibagi dalam tiga bagian, yang pertama ialah pendapat yang menyampaikan bahwa alien sudah berada di Bumi. Pendapat ini didasari oleh banyaknya dokumentasi mengenai bukti-bukti yang diambil oleh para saksi mengenai kehadiran Alien di Bumi. Banyak beredar foto-foto dan video yang menegaskan mengenai kehadiran mereka, namun sayang bukti-bukti ini tidak cukup berpengaruh pertanda kebenaran akan keberadaan alien. Pendapat kedua menyampaikan bahwa Alien itu ada, namun mereka belum sanggup melaksanakan kontak dengan kita. Dikatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini ibarat terlalu jauh dan lamanya waktu yang diharapkan oleh peradaban lain untuk mencapai bumi, dsb. Kemungkinan yang ketiga ialah tidak ada keingin tahuan dari para alien untuk mencari tahu peradaban lain diluar territory-nya.


sebagai suplemen supaya kalian ga galau :

- kecepatan cahaya sebesar 300.000 kilometer perdetik!.
- 1 tahun cahaya setara dengan jarak sejauh sekitar 9,5 triliun kilometer.


Salam adin

Semoga bermanfaat

Sumber :
Special thank to Dipta’s journal
*Dading H. Nugroho, M.Si, Mencari Keberadaan Alien
*Elie Crystal, Fermi Paradox


Inilah Adakah Kehidupan Lain Diluar Bumi??? Mistery Bulan


Meskipun pertanyaan yang sedikit ajaib ditelinga kita, tapi coba kita renungkan..berapa banyakkah planet dan galaxy, benda langit lain yang bertebaran diluar sana??...Berapa ribu atau berapa jutakah benda langit di jagad raya ini yang ibarat atau lebih dekat sama persis dengan bumi kita, apakah Tuhan hanya membuat benda langit yang sanggup dihuni oleh makhluk ibarat kita ini hanya terdapat dibumi yang kita ketahui selama ini, atau di belahan jagad raya ini juga terdapat suatu kehidupan yang sama persis dengan bumi kita atau mungkin peradaban nya lebih maju dari kita??..makhluk cerdas dari luar bumi yang hingga ketika ini tidak pernah surut diperbincangkan oleh banyak ilmuwan…

Meskipun pertanyaan yang sedikit ajaib ditelinga kita inilah  Adakah kehidupan lain diluar bumi??? Mistery bulan
Bulan.., semuanya niscaya kenal dengan benda mungil ini, benda mungil yang slalu kita liat menemani malam malam kita, slalu menampakkan wajah cantikkya menghibur makhluk bumi yang dalam kegelapan dan kesepian, tapi asal tau aja, wajah bulan yang selama ini kita liat hanya separuh dari bagiannya, sedangkan separuhnya lagi kita tidak pernah melihatnya, Bagian bulan yang terlihat dari bumi/menghadap bumi itu tidak pernah berubah.
Dalam pencarian jejak kehidupan cerdas di luar Bumi Bulan memang masih penuh dengan misteri. kita belum memahami sisi gelapnya bulan yang tak terlihat itu. Dikatakan, pada sisi gelap bulan itulah berkembang suatu kehidupan cerdas. Nampaknya, para makhluk-makhluk tersebut sangat strategis dalam menentukan tempat untuk membangun sentra peradaban mereka disana, lantaran tidak gampang terpantau dari bumi. Ufology menyebut pangkalan makhluk-makhluk itu sebagai "Luna". Sejak misi Apollo pertama yang mendarat di bulan (Apollo 11), makhluk-makhluk itu seolah-olah tidak menyukai kedatangan insan kesana. Itu ditandai dengan selalu munculnya benda-benda terbang misterius yang selalu mengikuti dan ibarat menghalangi jalannya pesawat-pesawat ruang angkasa ibarat 7 misi Apollo dan beberapa misi Gemini ke Bulan.

Dunia Ufology, menyampaikan ada sebuah pangkalan makhluk asing di Bulan yang sangat rahasia. Walaupun masih sebatas spekulasi, gejala akan hal ini pernah dialami oleh sebagian daripada kita yaitu para Awak Apollo yang mengunjungi bulan. Dari 7 misi Apollo ke Bulan ( Apollo 11 - 17 ), hanya Apollo 13 lah yang mengalami kegagalan tanggapan terjadinya kebocoran modul servis yang menimbulkan hilangnya persediaan oksigen, air, listrik, dan fungsi mesin. Beruntung para Astronot Apollo 13 semua sanggup terselamatkan. Saat mengunjungi bulan, terdapat beberapa kejadian ajaib yang dialami oleh para astronot Apollo. Nampaknya ada yang merasa terusik oleh kedatangan mereka kesana, dan itu ditandai dengan munculnya serangkaian kejadian-kejadian ajaib dan ganjil pada ketika para Astronot mendekati satelit alami bumi itu. Benarkah ada suatu pangkalan kehidupan cerdas di bulan yang sangat misterius?

Sebenarnya, kecurigaan-kecurigaan mengenai adanya kehidupan makhluk cerdas di bulan ini sudah sanggup teramati fenomenanya oleh insan di bumi. Laporan banyak berdatangan dari para andal perbintangan maupun para peminat astronomi dari beberapa negara di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Dedi Suardi contohnya, tatkala mengamati bulan dengan teleskopnya, laki-laki yang dikenal sebagai seniman, penulis dan peminat serius astonomi ini menyaksikan kejadian ajaib di permukaan bulan. Pada ketika ia mengamati bulan dengan teropong bintang Calestron Catadiotric yang berdiameter 8 ichi, ia tiba-tiba melihat benda hitam ibarat anak panah yang dengan gesitnya hilir pulang kampung dari ujung tanduk bulan ke ujung tanduk yang lain. Lebih fantastis lagi, guna mencapai sisi bulan yang lain, benda ajaib itu hanya memerlukan waktu 1/2 detik!!kejadian ini berlangsung satu jam sebelum lenyap dari pandangan teleskop. Munculnya beberapa obyek-obyek misterius di sekitar bulan juga sempat dilaporkan oleh para pakar perbintangan Amerika dan Perancis jauh sebelum misi Apollo dilaksanakan yaitu ditahun-tahun disepanjang 1920 - 1930 an. Disepanjang era itu, memang kerap muncul laporan dari para andal perbintangan mengenai munculnya segerombolan benda-benda terbang yang bersinar dan bergerak hilir pulang kampung di sekitar bulan. Bahkan laporan-laporan tersebut sempat menghiasi surat kabar dan jurnal-jurnal disepanjang tahun tersebut.

Meskipun pertanyaan yang sedikit ajaib ditelinga kita inilah  Adakah kehidupan lain diluar bumi??? Mistery bulanMeskipun pertanyaan yang sedikit ajaib ditelinga kita inilah  Adakah kehidupan lain diluar bumi??? Mistery bulanMeskipun pertanyaan yang sedikit ajaib ditelinga kita inilah  Adakah kehidupan lain diluar bumi??? Mistery bulan
Obyek Terbang bercahaya yang Berhasil Diabadikan oleh Astronot Apollo 14


Hal yang semakin menggairahkan para peminat astronomi termasuk ufology ialah ketika munculnya laporan mengenai adanya sebuah "jembatan" misterius dipermukaan bulan sepenjang beberap mil yang disaksikan oleh spesialis perbintangan populer John O'Neill. Pada tanggal 29 Juli 53, ia memang menyaksikan obyek "jembatan" ajaib yang memanjang 12 mil di kawasan Mare Crisium Bulan. Namun entah mengapa, beberapa hari kemudian jembatan ajaib tersebut menghilang. Apakah benar makhluk-makhluk cerdas itu membongkarnya dengan lantaran jembatan itu terlalu mencolok sehingga sanggup dengan gampang diamati oleh insan di Bumi? (mengingat letaknya juga tidak pada "dark side" dari bulan itu sendiri)

Sementara kesaksian O'Neil tersebut banyak dicemooh oleh para astronom lain, muncullah kesaksian pakar bulan nomor wahid dari Inggris H.P.Walkins, yang menandaskan bahwa ia pun menyaksikan jembatan ajaib yang tiba-tiba muncul itu!! Setelah itu, Patrick Moore, anggota British Astronomical Association, juga melihat jembatan di Bulan yang menghubungkan satu gunung dengan gunung lainnya di dataran Mare Crisium/ Sea of Crysis. Yang lebih ajaib lagi, 84 tahun sebelum kesaksian O'Neill, Swift dari Matton II, menyaksikan obyek-obyek yang bergerak melintasi bulan pada tanggal 7 Agustus 1869, dua puluh menit sebelum terjadi gerhana matahari total. Bahkan lima tahun sesudahnya, tepatnya pada tahun 1874, Monsieur Lemey, pakar langit dari Perancis, melaporkan bahwa dirinya melihat objek-objek yang jumlahnya sangat banyak, berwarna hitam, berbondong-bondong melintasi permukaan bulan.

Seorang astronomer Jerman berjulukan J.H. Schroeter, yang hampir sepanjang hidupnya mengabdikan diri pada pembuatan peta Bulan, pada tanggal 26 September, 1788, melihat sebuah sinar cerah keputihan, persis ibarat bintang, tiba-tiba berkilauan disekitar puncak-puncak dipermukaan bulan Alps dekat kawah atau kepundan Plato. Sinar itu terus menerus memancar kira-kira lima belas menit untuk kemudian hilang. Terang sinar ini mustahil berasal dari sebuah meteor.

Di Lowell Observatory di Arizona, pada tanggal 30 Oktober, 1963, seorang astronomer lain, John Greenacre menyaksikan sinar merah dipermukaan Bulan. Sinar itu berdasarkan Greenacre amat berpengaruh hingga "mirip dengan kerikil permata ruby yang besar."
Baru-baru ini sebuah survey mengenai buku buku dan laporan astronomer membuktikan bahwa telah dibentuk 400 laporan mengenai kejadian bulan yang ajaib ibarat itu dalam suatu periode yang lebih panjang dari 400 tahun. Study cermat ini dilakukan oleh dua orang astronomer terkemuka, Patrick A. Moore dari Armagh Planetarium di Irlandia Utara, dan Barbara M. Middlehurst, dari Lunar Anda Planetary Laboratory, University of Arizona.

Faktanya, dari seluruh kejadian misterius di bulan yang berhasil diamati dari bumi ialah cahaya-cahaya ajaib dan misterius tersebut berasal dari kawasan Mare Crisium, kawasan yang sempurna sama dengan munculnya jembatan besar yang dilihat oleh O'Neill dan H.P. Wilkins pada tahun 1950-an. Berlusin-lusin astronomer melihat cahaya-cahaya yang kerap membentuk formasi-formasi geometri ini, seolah-olah ada suatu kecerdasan yang mengendalikannya.


Obyek terbang bercahaya yang berhasil diabadikan Astronot Apollo 15 di Bulan


Lalu, Adakah sinyal-sinyal membingungkan yang telah mereka kirimkan kepada kita untuk menegaskan bahwa mereka benar-benar eksis?

Suatu hal yang menarik dari pertanyaan diatas ialah bahwa pada periode tahun 1927 - 1934 , dimana pada ketika itu merupakan masa permulaan dari teknologi radio kita. Ada beberapa sinyal-sinyal misterius yang berhasil ditangkap di sekitar bulan. gejala radio ini berhasil ditangkap oleh beberapa penyelidik radio. Salah satu tanda ini berhasil diterima oleh Marconi Tesla.

Di tahun 1956, kembali diterima sinyal-sinyal misterius yang diterima oleh para astronom di Ohio University. Sinyal-sinyal membingungkan ini dikatakan dikirimkan oleh suatu obyek yang bergerak sangat cepat menuju ke Bulan, dan obyek ini berhasil diamati oleh para astronom, baik di Ohio University maupun beberapa astronom Inggris. Tak sanggup dimengerti, apa arti dari sinyal-sinyal yang mereka kirimkan kepada kita ini?

Astronot pertama yang melihat UFO ketika sedang mengorbit ialah Mayor Gordon Cooper, selama misi penerbangan mercury 21 orbit dengan Faith 7 (15 Mei, 1963). Ketika sedang melaksanakan orbit yang keempat dan persis berada diatas Hawaii, ia melaporkan mendengar transmisi bunyi yang ajaib yang dinamakannya "bahasa asing yang tidak dipahami". Ternyata ,suara itu memotong channel VHF yang khusus ditujukan untuk penerbangan angkasa luar. 'Suara yang direkam itu ternyata tidak cocok dengan bahasa apapun yang terdapat didunia ini. Akhirnya terbukti bahwa bunyi itu tidak diucapkan oleh pengecap bangsa apapun didunia ini, Akhirnya terbukti bahwa bunyi itu tidak diucapkan oleh pengecap bangsa apapun di dunia ini, tapi di katakan berasal dari pengecap yang sama sekali asing bagi dunia kita ini. Walaupun para andal NASA telah memutar kembali rekaman itu berkali-kali mereka tetap tidak sanggup menganalisa-nya, demikian berdasarkan salah satu sumber yang sanggup dipercaya.



Kemudian, hampir sebagian besar Astronot Apollo maupun Gemini melihat UFO pada ketika memasuki orbit Bulan. Para Astronot Apollo selalu diikuti UFO pada ketika perjalanan menuju bulan. Bahkan, ada foto-foto yang membuktikan hal ini semua, terutama foto sebuah UFO yang berhasil diabadikan oleh para astronot Apollo 14 dan 16. Beberapa foto juga menyampaikan adanya benda-benda terbang misterius yang melayang-layang diatas para astronot di permukaan bulan.

Pada penerbangan Gemini 9 lebih mencenangkan lagi. Pernyataan yang dikeluarkan oleh NASA menyebutkan terjadi guncangan pada badan pesawat yang disebabkan oleh benturan obyek terbang berbentuk cakram. Tak hanya itu, bahkan pada misi sebelumnya Juni 1965, Mayor James McDivitt, dan pejalan diangkasa luar pertama, Mayor Edward White melihat dan memotret sebuah benda bercahaya berbentuk ibarat telur yang mendekati kapsul Gemini 4 yang sedang diorbitkan. Para astronot menyaksikannya, namun tak mengerti bersama-sama benda apakah itu?

Misi Apollo 11 ke bulan juga ditandai dengan sambutan yang kurang bersahabat. Pada ketika pesawat mendekati bulan, para astronot mendengar suara-suara radio ajaib yang berbaur dengan siaran radio luar angkasa. Bahkan Mission Control dibentuk resah oleh hal ini.
Suatu laporan yang tidak terkonfirmasi menyebutkan bahwa pada waktu Buzz Aldrin membuka pintu setelah Apollo 11 mendarat di bulan, ia melihat makhluk transparan yang sedang memandangnya dari luar pesawat. Bahkan, ada suatu laporan dari anggota angakasa luar NASA, Otto Binder yang mengisahkan mengenai munculnya sebuah UFO di atas permukaan bulan. Aldrin dan Amstrong menyaksikannya. Binder melanjutkan kisahnya dengan laporan yang mengejutkan dan hampir tidak sanggup dipercaya ini : "Agaknya ketika kedua astronaut Aldrin dan Armstrong sedang berputar beberapa jauh dari LEM, Armstrong mencengkam lengan Aldrin dengan bersemangat dan berseru : "Apa ini? Ya ampun, apa ini? Itulah yang ingin kuketahui."

Pada misi Apollo 11, umat insan di bumi yang diwakilkan oleh beberapa Astronot Apollo 11 dan Presiden Amerika Serikat ketika itu Richard Nixon, telah menyapa para penghuni bulan (apabila memang benar ada) dengan salam hangat dan penuh kedamaian. Hal itu dilakukan oleh Niel Amstrong dan Buzz Aldrin yang menancapkan plakat yang telah ditanda tangani oleh mereka bertiga, bertuliskan demikian : " Here man from Planet Earth First Set Foot Upon the Moon. July 1969 A.D. We Came in Peace for All Mankind "

Itulah pesan dan salam yang kita tinggalkan kepada para penghuni bulan dan para penjelajah luar angkasa lainnya, supaya kita sanggup menunjukan bahwa insan bumi pernah mengunjungi bulan, kita tiba dengan tenang bagi mereka. Namun tampaknya para penghuni bulan belum sepenuhnya yakin akan pesan ini mengingat misi Apollo selanjutnya, mereka selalu mewaspadai kedatangan kita kesana. Apakah mereka merasa terancam dan takut apabila insan bumi membangun sentra penelitian dan menguasai tempat mereka tinggal?

Memandang bahwa di bulan terdapat suatu basis makhluk cerdas memang bukan tanpa dasar, lantaran para astronaut menyaksikan benda-benda ajaib itu. Bahkan sebagian besar ilmuwan yang obyektif harus mengakui bahwa terdapat kejadian yang tidak sanggup diterangkan berlangsung di atas permukaan Bulan dan sekitarnya.
Bukti-bukti lain mengenai adanya sesuatu yang tak biasa di permukaan bulan ialah mengenai beberapa foto satelit yang berhasil diambil oleh pesawat ruang angkasa milik Amerika (NASA) dan Rusia. Dari beberapa striktur-struktur permukaan bulan yang berhasil diambil, terdapat obyek-obyek/struktur-struktur misterius yang hanya sanggup dilihat apabila dilakukan perbesaran beberapa kali. Pesawat Ruang Angkasa Amerika Serikat, RANGER II yang mengabadikan lebih dari 200 lembar foto di permukaan bulan juga sempat menagkap gambar beberapa obyek terbang misterius yang melayang di sekitar kawah bulan.

Pada Misi Apollo 12 ternyata tidak lebih baik. Roket Saturnus yang besar mengangkut tiga astronaut Charles "Pete" Conrad, Dick Gordon dan Allan Bean, ke Bulan pada hari Jumat 14 Nopember, 1969, ternyata juga mengalami kejadian yang aneh. Waktu Apollo 12 gres saja berada pada ketinggian satu mil setengah di atas Bumi, ada suatu cahaya kilat yang menyerang secara tiba-tiba. Kejadian itu menjadikan semua peralatan listrik pesawat angkasa luar itu terhenti, meninggalkan baris demi baris ombak sirkuit besar yang tiba-tiba terbuka yang memancarkan nyala hijau terang.

Overloading menimbulkan peralatan fungsional lainnya tidak bekerja, semua sistim macet. Secara otomatis, sistim sel materi bakar pesawat itu tiba-tiba terputus.
Untuk sejenak, seolah-olah semuanya akan musnah, tapi para astronaut tetap tenang dan kira-kira tiga menit kemudian semua kekuatan dan sistim pesawat pulih kembali. Dari mana asal datangnya kilat yang menyerang itu tetap menjadi misteri bagi para andal angkasa luar kita.


====================================================================

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka perihal (kehidupan) alam abadi ialah lalai.Dan mengapa mereka tidak memikirkan perihal (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara insan benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya”.
30. Ar Ruum 7-8




Continue next time...
Source :
Dipfals
*Don Wilson, Our Mystrious Spaceship Moon
*Dedi Suardi, Tafakur Galaksi Luhur
*Steve Omar, Benarkan Ada Pangkalan Alien di Bulan?

Inilah Adakah Kehidupan Diluar Bumi (4)


rtikel ihwal mistery kehidupan diluar bumi yang hingga ketika ini masih mempunyai andil bes inilah  Adakah kehidupan diluar bumi (4)SETI : Project Phoenix


Artikel ihwal mistery kehidupan diluar bumi yang hingga ketika ini masih mempunyai andil besar dalam menguras benak terdalamku untuk mencari tau akan kehidupan makhluk cerdas yang mungkin ada di luar selain planet kita. Peradaban yang mungkin telah ada ribuan tahun sebelum bumi terhuni makhluk hidup. Cukup mengagetkan ketika Seth Shostak, seorang astronomer dari SETI Institute yang pernah menyampaikan perumpamaan yang berbunyi demikian, "Ada lebih banyak bintang di alam semesta dari pada butiran pasir di pantai bumi. Dan kalau ada pasir dimana terjadi sesuatu yang menarik, dimana ada makhluk hidup yang pandai, berarti itu sangatlah istimewa."

Mungkin dari kalian masih sedikit mengenal istilah SETI, bergotong-royong dari sekian artikel pencarian kehidupan diluar bumi ini, pekerjaan SETI mempunyai tugas yang sangat besar sebagai sumber artikel topic ini…tidak salah kalau kita meluangkan waktu sedikit untuk menambah pengetahuan akan SETI ini yang konon berisi ilmuwan ilmuwan yang mempunyai pekerjaan paling aneh didunia…


SETI merupakan abreviasi dari Search Extra Terrestrial Intellegence. Sebuah Badan dimana didalamnya berisi sekelompok ilmuwan yang mempunyai pekerjaan paling aneh di dunia. Ya, mereka berusaha mencari peradaban makhluk asing. Proyek SETI sebagian besar memang ditangani oleh para astronomer radio yang melaksanakan penelitian yang amat unik, mereka berusaha mencari sinyal berupa pancaran radio maupun transmisi laser dari teknologi peradaban cerdas yang jauh. Para Ilmuwan SETI yakin bahwa kedua jenis sinyal tersebut sanggup dipancarkan dengan biaya yang relatif murah. Namun yang perlu diketahui bahwa SETI tidak melaksanakan studi terhadap fenomena-fenomena UFO yang memang dikatakan sering terjadi.

Pencarian sinyal-sinyal radio tersebut mempunyai taktik yang cukup unik, dimana mereka mencari sinyal dalam gelombang mikro yang mempunyai rentang frekuensi yang amat sempit di luar tata surya. Ini yakni jenis sinyal yang mempunyai potensi besar untuk dideteksi. Diantara seluruh rentang spektrum sinyal radio, frekuensi 0.5 - 60 GigaHertz (GHz) merupakan frekuensi yang paling bebas dari gangguan oleh sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh benda-benda alamiah. Peradaban manapun yang telah membuatkan teknologi radio niscaya akan menyadari hal ini juga dan memancarkan sinyal berdasarkan fakta ini. Atmosfer kita pada umumnya menghalangi kita memancarkan sinyal dengan frekuensi di bawah 12 GHz, dan justru peradaban lain mungkin punya alasan untuk menentukan frekuensi serendah ini.

Perkembangan teknologi kita masih terlalu muda, sebagian besar gres dikembangkan satu dua periode terakhir ini. Dan mungkin saja perkembangan teknologi peradaban di luar sana lebih bau tanah ribuan tahun dari peradaban di bumi yang masih tergolong remaja. Dengan teknologi radio kita yang masih terlalu lemah, tentunya masih terlalu sulit bagi kita untuk mendeteksi mereka. Maka, hingga ketika ini satu-satunya yang bisa dibutuhkan yakni transmisi berdaya tinggi yang dengan sengaja dipancarkan oleh peradaban asing untuk menyampaikan keberadaan mereka.


Seth Shostak, seorang Astronomer dari SETI Institute menyampaikan bahwa peradaban yang mungkin kita deteksi "adalah masyarakat dengan ribuan atau jutaan tahun dari teknologi dalam sabuk komunikatornya" Sebuah brosur public relations dalam institut SETI (1999, hal.14) mencatat bahwa "Adalah sebuah keyakinan umum bahwa peradaban apapun yang kita deteksi mungkin jauh lebih maju dari peradaban kita, kemungkinan ratusan atau ribuan tahun atau lebih di atas kita". Jill Tarter (1998) berspekulasi ihwal "sepuluh juta tahun". Ray Norris (1999) membela satu juta tahun sebagai perbedaan umum yang paling mungkin. Ia menambahkan bahwa kemungkinan ETI kurang dari satu juta tahun di atas kita yakni sangat rendah. Kurang dari satu kemungkinan dalam seribu kemungkinan. Charles Lineweaver (1999) menyimpulkan perbedaan umur mungkin 5,2 juta tahun dan menawarkan betapa "naïf", dan "bodoh" asumsi-asumsi pencarian SETI.
Adalah Martyn Fogg (1987) memperhitungkan bahwa aneka macam peradab
an teknis muncul di galaksi kita sekitar empat juta tahun yang lalu, dan beberapa muncul lebih awal (beberapa di antaranya bahkan ada sebelum system tatasurya kita terbentuk). Tentu saja, hasil dari simulasi komputernya mengindikasikan bahwa seluruh galaksi kita mungkin telah berkolonisasi selama lima juta tahun terakhir.

Untuk mendapatkan beberapa perspektif ihwal arti dari jumlah yang banyak ini, yakni mempunyai kegunaan untuk mengingat bahwa peradaban kita hanya berumur sekitar sepuluh ribu tahun, atau lebih muda dalam beberapa defines. Baru seratus ribu tahun yang kemudian nenek moyang kita yakni pemburu-pengumpul masakan menggunakan alat-alat kerikil dan hanya bahasa kuno.
Jika peradaban diluar sana seratus ribu tahun di atas kita, maka mereka telah cukup mampu mengirimkan satelit-satelit inteligen untuk menjelajah sistem planet lain. Setiap satelit mungkin lebih cerdas dan lebih berpengetahuan dibanding manusia, juga mungkin lebih kecil dari bola basket atau baseball . Bahkan keremajaan teknologi insan mungkin akan bisa meluncurkan satelit antar bintang dalam dua ratus tahun, jauh lebih awal kalau rencana NASA berjalan. Kaprikornus peradaban yang ada seratus ribu tahun di atas kita diduga membuatkan sebuah kapasitas antar bintang dahulu kala.

Karena banyak yang beranggapan potensi keberhasilannya terlalu kecil, maka hanya sedikit orang yang alhasil meneliti peradaban makhluk cerdas di luar bumi. Hal ini juga menciptakan Pemerintah Amerika Serikat enggan mengucurkan banyak dana untuk proyek SETI. NASA mempunyai jadwal SETI yang diawali lagi di tahun 1989 dan meneliti dengan teleskop pertama kali di tahun 1992, kemudian tidak boleh oleh kongres 1 tahun kemudian di tahun 1993. Dari sumber yang saya dapat, peneliti SETI mendapatkan $12 juta setahun, itu dari $14 miliyar anggaran NASA untuk 1 tahun. $12 juta setahun yang diterima SETI tersebut juga dikatakan teralalu berlebihan lantaran lagi-lagi dikatakan kemungkinan suksesnya sangat kecil. Kaprikornus dilakukan adaptasi ulang terhadap $12 juta yang dihabiskan untuk proyek ini. Kini, SETI dibiayai oleh swasta. Jika para ilmuwan mau menggunakan parabola raksasa pemerintah untuk melakukan penelitian, mereka harus mengantri dengan peneliti lain dan menyewa dengan biaya $6000 perhari.

Sekarang kita berada di sebuah planet kecil yang mengelilingi sebuah bintang tetap. Di luar sana terdapat sekelompok bintang yang disebut galaksi. Di malam yang cerah, kita bisa melihat banyak bintang diangkasa. Itu hanya sebagian dari 400 miliyar bintang yang diperkirakan berada di galaksi kita. 400 miliyar bintang dalam satu galaksi tentu begitu sangat mengagumkan. Jika salah satu diantaranya mempunyai planet, dan kalau salah satu diantaranya ada kehidupan, kemudian disalah satu bentuk kehidupannya merupakan makhluk cerdas, niscaya ada jutaan peradaban di angkasa sana. Tapi kalau tak ada, berarti terjadi pemborosan ruangan.

Dengan teleskop ruang angkasa Hubble kita sanggup menemukan lebih banyak lagi bintang-bintang yang membentuk galaksi. Kemungkinan ada 50 miliyar galaksi lain di alam semesta yang masing-masing mempunyai ratusan miliyar matahari.rtikel ihwal mistery kehidupan diluar bumi yang hingga ketika ini masih mempunyai andil bes inilah  Adakah kehidupan diluar bumi (4)

rtikel ihwal mistery kehidupan diluar bumi yang hingga ketika ini masih mempunyai andil bes inilah  Adakah kehidupan diluar bumi (4)Teleskop Ruang Angkasa Hubble


Dimulai dengan jumlah bintang di galaksi, yaitu sekitar 400 miliyar. Untuk mencari kehidupan, kita butuh bintang yang mempunyai planet menyerupai halnya matahari. Namun, hingga tahun 1995, pada Astronom belum menemukannya. Lalu astronomer mulai menggunakan peralatan gres yang bisa melacak keberadaan terkecil bintang yang mempunyai planet. Mereka menemukan sistem planet di galaksi tetangga kita, Andromeda. Teleskop ruang angkasa bahkan memotret sebuah planet di konstelasi Torus. Penemuan terakhir menawarkan sedikitnya 3-5 % dari semua bintang mempunyai planet dan persentase bergotong-royong mungkin lebih tinggi lagi. Tapi, berapa bintang yang mempunyai planet yang mempunyai kandungan air? Dari 8 planet di tata surya kita, 3 diantaranya dulu basah, tapi sekarang hanya di bumi yang mempunyai lautan. Di tata surya kita, setidaknya ada satu planet yang ada kehidupan yaitu bumi. Jadi, katakan saja di tiap tata surya ada satu planet yang bisa ada kehidupan.

Ada beberapa planet yang benar-benar mempunyai kehidupan? ini sulit. Sebab kita hanya mempunyai kehidupan di bumi sebagai suatu pola dan semua kehidupan itu saling berhubungan. Kehidupan di Planet ini ada dimana-mana, kemanapun mereka pergi, mereka bisa mempertahankan hidupnya. Kita tak tahu secara persis bagaimana kehidupan di bumi dimulai. Tapi kalau kita bisa tahu apa dulu benar-benar ada kehidupan di Mars itu bisa menyampaikan kepada kita. Tiap ada planet yang separuh bisa ditinggali, maka kehidupan akan berkembang. Kemungkinan optimisnya dari 50% - 100% planet akan berkembang kehidupan.

Berikutnya yang kita butuhkan yakni kehidupan yang mempunyai teknologi. Jika ada makhluk cendekia di planet lain, cepat atau lambat ilmu pengetahuan akan berkembang. Andai 2 dari 10 kehidupan mempunyai teknologi radio, itu berarti ada 2 miliyar peradaban di galaksi kita yang bisa mengirim sinyal. Tapi, apakah peradaban-peradaban menyerupai itu masih ada?
Bagian terakhir dari persamaan Drake yakni masa hidup dari peradaban yang mempunyai teknologi tersebut. Para ilmuwan SETI lebih menyukai pernyataan berapa usang mereka tetap mengudara?. Apakah mereka juga memancarkan sinyal-sinyal kepada kita? itu juga belum kita ketahui. Tapi kalau kita optimis dan menyampaikan ET akan mengudara selama minimal satu juta tahun maka jumlah siaran di galaksi kita mungkin ada sekitar 10.000.

Misalnya ada 40.000 peradaban diantara 400 miliyar bintang, mengapa kita belum mendengar transmisi apapun dari peradaban lain?
Menurut para ilmuwan, kita harus mencari 1 dari 10 juta bintang. Tapi berdasarkan fiksi ilmiah, kalau persamaan Drake benar makhluk asing seharusnya sudah ada disini. Sepertinya keturunan kita akan menjelajah dari bintang ke bintang dengan lebih pelan dari kecepatan cahaya dalam sebuah pesawat besar. Butuh waktu usang untuk hingga ke bintang lain. Mengembangkan koloni, industri, membuatkan teknologi dan kemudian mulai menjelajah ke bintang lain. Jika itu terjadi, keturunan kita butuh waktu 60 juta tahun untuk memenuhi galaksi kita.

Jadi pertanyaan yang muncul adalah, mengapa mereka belum datang disini? Kemungkinan pertama yaitu peradaban terlalu terpencar untuk melaksanakan kontak. Ide berapa usang peradaban bisa bertahan dan kemungkinan spektrum kita dalam spektrum waktu sanggup berafiliasi dengan spektrum makhluk cendekia lainnya biar kita saling sanggup bertemu. Kemungkinan kedua ialah tak ada peradaban lain yang mempunyai teknologi. Mungkin kehidupan di planet lain hanya merupakan lumba-lumba, gurita, makhluk-makhluk air yang aneh yang sama sekali tak pernah keluar dari planet mereka. Kemungkinan ketiga, peradaban lain punya teknologi tapi mereka tidak mempunyai keingintahuan mengenai belahan jagad raya yang lainnya. Atau mungkin bergotong-royong makhluk asing tahu segalanya ihwal kita? Meraka sengaja tidak melaksanakan kontak biar lebih leluasa untuk melaksanakan pengamatan kepada kita. Bagaimana kalau kita bergotong-royong telah usang dimati oleh mereka tanpa kita pernah mengetahuinya? lantaran mereka suka dengan seni dan kebudayaan kita? Atau mereka akan punya rencana menyerang kita secara membisu diam tanpa sepengetahuan kita??


continue next time…



sorce

*Super special than to dipfals
*Jonathan Ward, Understanding the Extra Terrestrial, 1998
*Tri L Astraatmaja, Adakah Seseorang di Luar Sana?
*Allen Tough, 5 Strategi Memperoleh Kontak Dengan E.T
*Wikipedia


Inilah Misteri Ledakan Tunguska Diduga Dari Komet Encke


klik ini (untuk baca baca lagi).. beberapa kalngan ilmuwan memperkirakan kejadian itu sebab komet yang masuk ke wilayah bumi???

unik dan menarik Barusan saya sanggup artikel sejenis, mungkin lebih baik saya tuang di blog ini, kebetulan ada yang recuest wacana comet.

unik dan menarik Tunguska yang terjadi pada dini hari 30 Juni 1908 di sekitar sungai Tunguska, Siberia Tengah, Rusia hingga kini masih menyimpan misteri. Namun, sejumlah ilmuwan mengira ledakan mengerikan yang bisa memperabukan banyak pohon itu merupakan sebuah komet besar yang menghantam bumi.



Sebuah situs yang berlamat unexplained-mysteries.com, Rabu (29/7) disebutkan Ledakan itu diakibatkan oleh potongan komet yang menabrak Bumi. Peristiwa itu tidak segera diselidiki oleh pihak Rusia. Baru sehabis sepuluh tahun lalu ada tim ekspedisi yang mengumpulkan banyak sekali bukti di lokasi itu dan kesaksian para saksi mata di banyak sekali tempat sekitarnya.


Bukti-bukti yang ada menyatakan bahwa terjadi ledakan hebat, gelombang kejutnya bisa merobahkan pepohonan pada areal yang luas, hutang di tempat sentra ledakan terbakar, tetapi tidak ada kawah yang terjadi di sentra ledakan itu. Bukti-bukti terbaru mengatakan ditemukannya butiran-butiran intan halus tersebar di sekitar sentra ledakan. Bukti-bukti itu mengatakan bahwa penyebab ledakan yang sangat mungkin yakni potongan komet yang menabrak Bumi.


Ditaksir komet itu berukuran 100 meter dengan berat sejuta ton dan bergerak dengan kecepatan 30 km/detik (108.000 km/jam). Diduga potongan itu berasal dari komet Encke. Menurut perhitungan orbitnya, Bumi setiap tahun melintasi orbit komet Encke dua kali: sekitar 2 Juli dan sekitar 1 November. Pada ketika perjumpaan sekitar 2 Juli, lintasan komet Encke berada di selatan Bumi dan komet tiba dari arah Matahari.

Itulah yang mengakibatkan potongan komet yang jatuh di Tunguska nampak berasal dari arah tenggara sebab efek rotasi Bumi dan tumbukan terjadi bukan pada malam hari.


Komet Encke pertama kali ditemukan oleh Jean Louis Pons di Merseille 26 November 1918. Johann Franz Encke, astronom Jerman menghitung periode orbit komet tersebut dan mendapat periodenya 3,3 tahun, periode komet terpendek. Berdasarkan perhitungan tersebut, J. F. Encke memprakirakan dengan sempurna kemunculan komet tersebut 1822, 1825, dam seterusnya. Keberhasilan itu yang menimbulkan namanya diabadikan sebagai nama komet tersebut. Hasil perhitungan yang lebih teliti dari banyak sekali penampakan disimpulkan bahwa periode komet semakin singkat sekitar 2,5 jam setiap kali mendekati Matahari.


unik dan menarik Walaupun belum ada isu niscaya wacana pecahnya komet ini menjelang kejadian Tunguska 1908, namun menurut analisis orbitnya diduga berpengaruh potongan komet yang mengakibatkan ledakan Tunguska memang berasal dari komet Encke. Komet Encke sendiri hingga kini masih mengorbit. Komet itu terakhir kali teramati pada 1994.

unik dan menarik

unik dan menarik Special thank to  

unik dan menarik google

unik dan menarik Ari Julianto

unik dan menarik

unik dan menarik

Daftar Isi

http://inilah-yangkutahu.blogspot.com$134.5$134.5How much is yours?

close
Banner iklan   disini