Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan

Inilah Candi Borobudur


Siapa yang tidak kenal dengan candi borobudur, peninggalan besar dan bersejarah bagi bangsa kita Indonesia. disini bagaimana kita menghargai hasil budaya dan peradaban bangsa kita dahulu. disana kita sanggup melihat benda-benda peninggalan berupa artefak-artefak, candi, prasasti, atau yang lainnya, dan kini Candi Borobudur direkonstruksi sehingga menjadi bangunan yang megah dan termasuk tujuh keajaiban dunia. Untuk mengawalinya kita perlu melihat bagaimana nama dan Candi Borobudur diketahui.

Siapa yang tidak kenal dengan candi borobudur inilah  Candi BorobudurBorobudur awal ditemukan

unik dan menarik Sekitar tiga ratus tahun lampau, tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama Borobudur diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan wacana biara di Budur. Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) ada info wacana Mas Dana, seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang tertangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi eksekusi mati. Kemudian pada tahun 1758, tercetus info wacana seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar. Kemudian pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles menerima info dari bawahannya wacana adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. Berdasarkan info itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan santunan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin terperinci dan pemugaran dilanjutkan pada 1825. Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut.

Mengenai nama Borobudur sendiri banyak andal purbakala yang menafsirkannya, di antaranya Prof. Dr. Poerbotjoroko membuktikan bahwa kata Borobudur berasal dari dua kata Bhoro dan Budur. Bhoro berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti bihara atau asrama, sedangkan kata Budur merujuk pada nama tempat. Pendapat ini dikuatkan oleh Prof. Dr. WF. Stutterheim yang beropini bahwa Borobudur berarti Bihara di atas sebuah bukit. Sedangkan Prof. JG. De Casparis mendasarkan pada Prasasti Karang Tengah yang menyebutkan tahun pendirian bangunan ini, yaitu Tahun Sangkala: rasa sagara kstidhara, atau tahun Caka 746 (824 Masehi), atau pada masa Wangsa Syailendra yang mengagungkan Dewa Indra. Dalam prasasti didapatlah nama Bhumisambharabhudhara yang berarti tempat pemujaan para nenek moyang bagi arwah-arwah leluhurnya.

unik dan menarik Bagaimana pergeseran kata itu terjadi menjadi Borobudur? Hal ini terjadi lantaran faktor pengucapan masyarakat setempat.

unik dan menarik Dalam pelajaran sejarah, disebutkan bahwa candi Borobudur dibentuk pada masa Wangsa Syailendra yang Buddhis di bawah kepemimpinan Raja Samarotthungga. Sedangkan yang membuat candi, menurut tuturan masyarakat berjulukan Gunadharma. Pembangunan candi itu selesai pada tahun 847 M. Menurut prasasti Kulrak (784M) pembuatan candi ini dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa (Bengalore) berjulukan Kumaragacya yang sangat dihormati, dan seorang pangeran dari Kashmir berjulukan Visvawarman sebagai penasihat yang andal dalam pedoman Buddis Tantra Vajrayana. Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Dananjaya yang bergelar Sri Sanggramadananjaya, dilanjutkan oleh putranya, Samarotthungga, dan oleh cucu perempuannya, Dyah Ayu Pramodhawardhani.
Sebelum dipugar, Candi Borobudur berupa reruntuhan ibarat halnya artefak-artefak candi yang gres ditemukan kini ini. Ketika kita mengunjungi Borobudur dan menikmati keindahan alam sekitarnya dari atas puncak candi, kadang kita tidak pernah berpikir wacana siapa yang berjasa membangun kembali Candi Borobudur menjadi bangunan yang megah dan menjadi kekayaan bangsa Indonesia ini.

unik dan menarik Pemugaran selanjutnya, setelah oleh Cornelius pada masa Raffles maupun Residen Hatmann, dilakukan pada 1907-1911 oleh Theodorus van Erp yang membangun kembali susunan bentuk candi dari reruntuhan lantaran dimakan zaman hingga kepada bentuk sekarang. Van Erp bahwasanya spesialis teknik bangunan Genie Militer dengan pangkat letnan satu, tetapi kemudian tertarik untuk meneliti dan mempelajari seluk-beluk Candi Borobudur, mulai falsafahnya hingga kepada ajaran-ajaran yang dikandungnya. Untuk itu beliau mencoba melaksanakan studi banding selama beberapa tahun di India. Ia juga pergi ke Sri Langka untuk melihat susunan bangunan puncak stupa Sanchi di Kandy, hingga karenanya van Erp menemukan bentuk Candi Borobudur. Sedangkan mengenai landasan falsafah dan agamanya ditemukan oleh Stutterheim dan NJ. Krom, yakni wacana pedoman Buddha Dharma dengan aliran Mahayana-Yogacara dan ada kecenderungan pula bercampur dengan aliran Tantrayana-Vajrayana. Oleh alasannya yakni itu, para pemugar harus mempunyai sekelumit sejarah agama ini di Indonesia. Penelitian terhadap susunan bangunan candi dan falsafah yang dibawanya tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit, apalagi jikalau dihubung-hubungkan dengan bangunan-bangunan candi lainnya yang masih satu rumpun. Seperti halnya antara Candi Borobudur dengan Candi Pawon dan Candi Mendut yang secara geografis berada pada satu jalur.

Siapa yang tidak kenal dengan candi borobudur inilah  Candi Borobudur

unik dan menarik Materi candi
Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Borobudur ibarat bangunan piramida Cheops di Gizeh Mesir. Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta cuilan batu-batuan. Ukuran watu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang cuilan watu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan watu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian dongeng yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Makara jikalau rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Sedangkan, tinggi candi dari permukaan tanah hingga ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun kini tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir.

unik dan menarik Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria, Robert von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. Pada zaman Megalithic itu nenek moyang bangsa Indonesia membuat makam leluhurnya sekaligus tempat pemujaan berupa bangunan piramida bersusun, semakin ke atas semakin kecil. Salah satunya yang ditemukan di Lebak Sibedug Leuwiliang Bogor Jawa Barat. Bangunan serupa juga terdapat di Candi Sukuh di erat Solo, juga Candi Borobudur. Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak ibarat susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa.

unik dan menarik Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi Borobudur merupakan versi lain bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di tempat dan negara manapun, termasuk di India. Dan itulah salah satu kelebihan Candi Borobudur yang merupakan kekhasan arsitektur Budhis di Indonesia.

unik dan menarik Melihat kemegahan bangunan Candi Borobudur ketika ini dan candi-candi lainnya di Indonesia telah menunjukkan pengetahuan yang besar wacana peradaban bangsa Indonesia. Berbagai ilmu pengetahuan terlibat dalam perjuangan rekonstruksi Candi Borobudur yang dilakukan oleh Teodhorus van Erp. Kita patut menghargai usaha-usahanya mengingat banyak sekali hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam membangun kembali candi ini.

unik dan menarik Sampai ketika ini ada beberapa hal yang masih menjadi materi misteri seputar berdirinya Candi Borobudur, contohnya dalam hal susunan batu, cara mengangkut watu dari tempat asal hingga ke tempat tujuan, apakah batu-batu itu sudah dalam ukuran yang dikehendaki atau masih berupa bentuk orisinil watu gunung, berapa usang proses pemotongan batu-batu itu hingga pada ukuran yang dikehendaki, bagaimana cara menaikan batu-batu itu dari dasar halaman candi hingga ke puncak, alat derek apakah yang dipergunakan? Mengingat pada masa itu belum ada gambar biru (blue print), kemudian dengan sarana apakah mereka itu jikalau hendak merundingkan langkah-langkah pengerjaan yang harus dilakukan, dalam hal gambar relief, apakah batu-batu itu setelah bergambar kemudian dipasang, atau watu dalam keadaan polos gres dipahat untuk digambar. Dan mulai dari bab mana gambar itu dipahat, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas? Dan masih banyak lagi misteri yang belum terungkap secara ilmu pengetahuan, terutama wacana ditemukannya ruang pada stupa induk candi.

unik dan menarik

Harta karun

Pemugaran selanjutnya dilakukan pada tahun 1973-1983, selang 70 tahun dari pemugaran yang dilakukan van Erp. Pemugaran ini dimaksudkan tiada lain sebagai upaya melestarikan budaya yang tak ternilai harganya. Inilah “harta karun” yang sesungguhnya tak bisa dihargai dengan uang apalagi dijual untuk membayar utang. Kesadaran masyarakat untuk ikut mengamankan bangunan candi sangat diperlukan termasuk juga dari para wisatawan.
Penggalian, penelitian, dan rencana pemugaran terhadap candi-candi atau benda-benda bersejarah lainnya yang baru-baru ini ditemukan tentunya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Pemugaran bangunan budaya dan kepurbakalaan tidak semudah pembangunan gedung modern. Setiap bentuk bangunan budaya mempunyai makna yang khusus dan hal ini tidak sanggup diabaikan di dalam pemugaran bangunan kuno tersebut. Oleh alasannya yakni itu butuh dukungan dari banyak sekali pihak, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Upaya membangun kembali sebuah simbol-simbol peradaban yang pernah hilang berarti semakin membuka mata-hati kita wacana sejarah peradaban insan Indonesia yang kaya dengan ilmu pengetahuan dan budaya. Dengan demikian, kita akan menjadi insan berbudaya yang bisa menghargai budayanya sendiri sebagai bentuk jati diri dan identitas bangsa yang mandiri.

unik dan menarik Akhirnya, kita harus membangkitkan kembali gairah menghargai benda-benda cagar budaya yang bukan hanya menjadi kekayaan masyarakat dan bangsa, melainkan juga menjadi kekayaan ilmu pengetahuan yang akan terus mengungkap fakta-fakta sejarah itu. Menikmati keindahan dan menjaga kelestariannya merupakan salah satu bentuk kepedulian yang sangat berarti. Tentunya tugas forum yang berkaitan dengan proteksi benda-benda cagar budaya perlu ditingkatkan dengan menunjukkan pemahaman, pengertian dan sosialisasi wacana pentingnya menjaga dan melestarikan benda-benda tersebut.

unik dan menarik Perlindungan aturan pun harus ditegakkan secara konsisten sehingga tidak terjadi lagi kepincangan-kepincangan aturan yang menyisakan rasa ketidakadilan bagi masyarakat, ibarat halnya kasus peledakan Candi Borobudur pada 1983.***
Tetap menjadi suatu misteri,sekedar embel-embel candi Borobudur yakni candi Buddha terbesar di dunia dengan tinggi 34,5 meter dan luas bangunan 123 x 123 meter. Di dirikan di atas sebuah bukit yang terletak kira-kira 40 km di barat daya Yogyakarta, 7 km di selatan Magelang, Jawa Tengah.

unik dan menarik Candi Borobudur dibangun oleh Dinasti Sailendra antara tahun 750 dan 842 Masehi. Candi Buddha ini kemungkinan besar ditinggalkan sekitar satu kurun setalah dibangun lantaran sentra kerajaan pada waktu itu berpindah ke Jawa Timur. Sir Thomas Stanford Raffles menemukan Borobudur pada tahun 1814 dalam kondisi rusak dan memerintahkan supaya situs tersebut dibersihkan dan dipelajari secara menyeluruh. Proyek restorasi Borobudur secara besar-besaran kemudian dimulai dari tahun 1905 hingga tahun 1910 dipimpin oleh Dr. Tb. van Erp. Dengan santunan dari UNESCO, restorasi kedua untuk menyelamatkan Borobudur dilaksanakan dari bulan Agustus 1913 hingga tahun 1983.

unik dan menarik Namun, hingga kini Candi Borobudur masih menyimpan sejumlah misteri. Sejumlah misteri itu misalnya, siapa yang merancang Candi Borobudur, berapa jumlah orang dipekerjakan untuk membangun candi tersebut, dari mana saja watu untuk membangun candi ? Filosofi apa yang dipakai untuk membuat candi tersebut ? Tetapi yang niscaya candi ini merupakan aset penting bagi Indonesia di mata dunia internasional. Kita harus besar hati dan selalu menjaga kelestariannya.

Inilah Di Iran Ada Fosil Makhluk Raksasa


Fosil Makhluk hidup Ultra raksasa yang belum teridentifikasi jenisnya kembali ditemukan inilah  Di Iran ada Fosil Makhluk Raksasa

Fosil Makhluk hidup Ultra raksasa yang belum teridentifikasi jenisnya kembali ditemukan, kali ini tiba dari Kawasan Jebal Barez. Sebuah wilayah perbukitan tandus dipinggiran Iran.

unik dan menarik Laporan tiba dari seorang ramaja penggembala domba, yang mengklaim dirinya telah menemukan suatu rentetan bebatuan ibarat fosil jasad Makhluk hidup raksasa ditempat dimana dia biasa menggembalakan domba-dombanya.

Sebuah Fosil makhluk hidup berukuran raksasa (atau bahkan mungkin Ultra) yang ditemukan di Kawasan Jebal Barez ini sangatlah mengagumkan.Menurut para peneliti mungkin inilah binatang purba terbesar yang pernah eksis didunia pada masa lalu, ukuran kepalnya saja dapat mencapai panjang 26 meter dengan ketinggian 8 meter!!!,bayangin dah gedenya kaya apa tuh.

unik dan menarik Salah seorang Arkeolog yang terlibat dalam penggalian sekaligus penelitian terhadap fosil Jebal Barez tercengang dan tidak menyangka sebelumnya bahwa makhluk ini memang berukuran sangat-sangat besar,bahkan lebih besar daripada seekor Ultrasaurus sekalipun (Jenis Dinosaurus terbesar di Dunia).Dia belum pernah menyaksikan jejeran tulang rusuk binatang purba setinggi itu.Benar-benar tidak dapat dibayangkan Katanya.

unik dan menarik Diperkirakan,Fosil tersebut mungkin muncul akhir adanya gempa Bumi yang melanda Iran pada 26 Desember 2003 lalu.Reruntuhan batuan akhir gempa bumi di Jebal Barez talah membuka fosil tersebut, yang selama berjuta-juta tahun terkubur didalam bukit-bukit tandus berbatu.Fosil Makhluk hidup Ultra raksasa yang belum teridentifikasi jenisnya kembali ditemukan inilah  Di Iran ada Fosil Makhluk Raksasa

unik dan menarik Namun,Para Arkeolog sendiri menyayangkan terhadap Pemerintahan Iran yang terkesan bergerak lambat dalam menindaklanjuti penggalian.Kesan mereka ibarat tidak serius menanggapi inovasi ini,pengiriman tenaga andal dirasa sangatlah lambat dan kurang.Sehingga hingga ketika ini,penggalian atas fosil Jebal Barez memakan waktu yang lebih panjang dari yang diperkirakan.Mereka menegaskan, kami kekurangan suplai dari beberapa tenaga andal dalam misi penggalian ini.

unik dan menarik Tim Satuan Kepurbakalaan Iran yang bertanggung jawab penuh atas penggalian sepakat,mereka menegaskan bahwa ini merupakan kerangka binatang raksasa tunggal.mungkin salah satu binatang purba berjalan melata.Ukurannyapun lebih besar daripada Jenis-jenis Dinosaurus yang pernah ada sebelumnya. Tapi,apakah binatang ini termasuk dalam jajaran Dinosaurus atau bukan, itulah yang belum dapat diterangkan.
Mereka tidak mau berspekulasi bahwa binatang ini merupakan salah satu jajaran species Dinosaurus,sebab dari hasil penelitian yang telah ada,umur tulang dari makhuluk tersebut berusia lebih muda dari pada Era Cretaceous (Beberapa fase era-era/jaman dimana para Dinosaurus pernah eksis dibumi).
Bahkan jikalau seandainya mereka mau berspekulasi,mungkin binatang ini bahkan hidup pada ketika manusia-manusia purba telah menapakkan kaki-kaki mereka dibumi.

unik dan menarik Dapat dibayangkan, bahwa benar-benar makhluk ultra ini belum pernah ditemukan dan diidentifikasi sebelumnya.Pada jajaran species-species Dinosaurus, tidak satupun yang mempunyai struktur fisik ibarat itu.Mungkin inilah yang disebut sebagai kemustahilan Biologis.
Diperkirakan,panjang badan keseluruhan dari makhluk ini mencapai 200 kaki lebih,jika dillihat dari struktur penysun tulangnya,mungkin makhluk tersebut termasuk dalam jajaran binatang yang berjalan melata,dan sejenis binatang amfibi.
Setidaknya, kira-kira perlu bertahun-tahun bagi para andal arkeologi dan paleontologi untuk mengetahui secara niscaya mengenai identitas makhluk misterius tersebut.Mengenai kapan periode hidupnya,mungkin inilah pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu. Karena dengan mengetahui kapan masa periode Makhluk ini eksis,pengidentifikasian selanjutnya mungkin akan jauh lebih gampang dilakukan.
Bantuan tenaga-tenaga andal dari aneka macam kepingan dunia juga akan turut mempengaruhi cepat lambatnya pengenalan akan status makhluk ini.

Inilah Sby Yaitu Presiden Ke 8 Bukan 6


Adalah waktu yang sempurna saya mengangkat judul ini inilah  SBY yaitu presiden ke 8 bukan 6

Adalah waktu yang sempurna saya mengangkat judul ini, alasannya memang kini kita sedang demam capres, dimana2 banyak terpapang poster poster dan iklan iklan para calon presiden RI. tau ga kalo selama ini kita uda dipimpin oleh 8 orang presiden dan bukannya 6. LOh bukannya sepanjang sejarah kita telah dipimpin oleh 6 presiden..ups tunggu dulu, mari kita kembali menengok perjalanan sejarah kita wacana kepresidenan, jangan kaget bahwasanya kita uda dipimpin oleh 8 orang presiden. saya memaklumi MUNGKIN masih banyak dari sokalian yang beranggapan bahwa Indonesia hingga ketika ini gres dipimpin oleh enam presiden, yaitu Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, dan kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Namun hal itu ternyata keliru. Indonesia, berdasarkan goresan pena sejarah, hingga ketika ini bahwasanya indonesia sudah dipimpin oleh delapan presiden. pertanyaanya, Lalu siapa dua orang lagi yang pernah memimpin Indonesia?

Dua tokoh yang terlewat itu yaitu Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. Keduanya tidak disebut, sanggup alasannya alpa, tetapi mungkin juga disengaja. Sjafruddin Prawiranegara yaitu Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Presiden Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap Belanda pada awal aksi militer kedua, sedangkan Mr. Assaat yaitu Presiden RI ketika republik ini menjadi bab dari Republik Indonesia Serikat (1949).

Pada tanggal 19 Desember 1948, ketika Belanda melaksanakan aksi militer II dengan menyerang dan menguasai ibu kota RI ketika itu di Yogyakarta, mereka berhasil menangkap dan menahan Presiden Soekarno, Moh. Hatta, serta para pemimpin Indonesia lainnya untuk lalu diasingkan ke Pulau Bangka. Kabar penangkapan terhadap Soekarno dan para pemimpin Indonesia itu terdengar oleh Sjafrudin Prawiranegara yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat.

Mr. Sjafruddin Prawiranegara
Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan dibentuknya pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI. Padahal, ketika itu Soekarno – Hatta mengirimkan telegram berbunyi, “Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak sanggup mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra”.

Namun ketika itu telegram tersebut tidak hingga ke Bukittinggi. Meski demikian, ternyata pada ketika bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah bersahabat Ngarai Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan suatu pemerintah darurat (emergency government). Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan menyetujui undangan itu “demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai negara”.
Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh, PDRI “diproklamasikan” . Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim. Kabinatenya dibantu Mr. T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang.

Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.

Mr. Assaat
Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani di Belanda, 27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya yaitu Republik Indonesia. Negara bab lainnya ibarat Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain.
Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia.

Assaat yaitu Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat sangat penting. Kalau tidak ada RI ketika itu, berarti ada kekosongan dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan lalu muncul lagi. Namun, dengan mengakui eksistensi RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia semenjak tahun 1945 tidak pernah terputus hingga kini. Kita ketahui bahwa lalu RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan bulan.
Nah sahabat Percil, dengan demikian, SBY yaitu presiden RI yang ke-8.

Urutan Presiden RI yaitu sebagai berikut: Soekarno (diselingi oleh Sjafruddin Prawiranegara dan Assaat), Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.


Inilah Sejarah Nama Indonesia


Masih memperingati hari kemerdekaan Bangsa kita inilah  Sejarah Nama Indonesia



Masih memperingati hari kemerdekaan Bangsa kita. Semua kita niscaya kenal kalo negara kita ini berjulukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi saya yakin sebagian besar kalian mungkin tidak banyak mengenal bagaimana asal undangan nya sehingga negara kita berjulukan Indonesia. saya bisa memaklumi, mungkin lantaran kesibukan atau lupa atau yang lebih parah lagi tidak mau tau bagaimana sejarah nama itu terbentuk. 

Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa daerah kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, hingga ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan yaitu benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), lantaran para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).

Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali tiba beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya yaitu "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga digunakan yaitu "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais).

Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan yaitu Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 menggunakan istilah To-Indo (Hindia Timur).

Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer.
Daftar isi
[tampilkan]

  * 1 Nusantara
  * 2 Nama Indonesia
  * 3 Politik
  * 4 Nama Indonesia dalam banyak sekali bahasa
  * 5 Pranala luar

Awalnya Nusantara

Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli), memperkenalkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain yaitu Nusantara, suatu istilah yang telah karam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada simpulan kurun ke-19 kemudian diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Sumpah Palapa dari Gajah Mada tertulis "Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa" (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat).

Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu orisinil antara, maka Nusantara kini mempunyai arti yang gres yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi terkenal penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.

Sampai hari ini istilah nusantara tetap digunakan untuk menyebutkan wilayah tanah air dari Sabang hingga Merauke.

Nama Indonesia

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana aturan dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 spesialis etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk mempunyai nama khas (a distinctive name), lantaran nama Hindia tidaklah sempurna dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:

  "... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians".

Earl sendiri menyatakan menentukan nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), lantaran Malayunesia sangat sempurna untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Earl beropini juga bahwa bahasa Melayu digunakan di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak menggunakan istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, lantaran istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan abjad u digantinya dengan abjad o semoga ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam goresan pena Logan:

  "Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago".

Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak ketika itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.

Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang berjulukan Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 hingga 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.

Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" yaitu Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 ia mendirikan sebuah distributor pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).

[sunting] Politik

Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" kesannya mempunyai makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,:

  "Negara Indonesia Merdeka yang akan tiba (de toekomstige vrije Indonesische staat) tidak mungkin disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, lantaran sanggup menyebabkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), lantaran melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."

Di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; DPR Hindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda semoga nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". Tetapi Belanda menolak mosi ini.

Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda". Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, lahirlah Republik Indonesia.

Nama Indonesia dalam banyak sekali bahasa

  * Indonesia (Finnish, Indonesian, Italian, Malay, Romansh, Spanish)
  * Indónesía (Icelandic)
  * Indonésia (Portuguese)
  * Indonesja (Maltese)
  * Indonésie (Czech, French)
  * Indonesië (Afrikaans, Dutch)
  * Indonesien (German, Swedish)
  * Indonezia (Romanian)
  * Indonézia (Hungarian)
  * Indonezja (Polish)
  * Indonezija (Croatian, Lithuanian, Slovene)
  * Indonezija (Latvian)
  * Indonezio (Esperanto)
  * Endonezya (Turkish)
  * Indonesiana (Pig Latin)
  * Indoneesia (Estonian)
  * Indoneesiä (Võro)
  * Indoneziya - (Bulgarian, Russian)
  * Indoneshia - (Japanese)
  * Indonisía - (Greek)
  * Indonashia - - (Urdu)
  * Yìndùnìxiyà - baca: Intunisiya(Tionghoa)


Inilah Kejayaan Dan Jatuhnya Majapahit


Sejarah telah banyah memperlihatkan kita pelajaran masa masa kejayaan dan keruntuhan mereka. banyak alasannya mengapa mereka jaya dan juga alasannya mengapa mereka runtuh.. salah satu kerajaan terbesar yang pernah hidup di bumi nusantara. Majapahit



peta kekuasaaan dan lambang Majapahit

Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 sampai 1389. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan sumbangan mahapatihnya, Gajah Mada dengan raja Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 sampai 1389. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. Pada tahun 1377, beberapa tahun sehabis selesai hidup Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan bahari ke Palembang, menjadikan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya.

GajahMada 

Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, kawasan kekuasaan Majapahit mencakup Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Namun demikian, batasan alam dan ekonomi memperlihatkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut sepertinya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja. Majapahit juga mempunyai hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bab selatan, dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.


Jatuhnya Majapahit
Sesudah mencapai puncaknya pada kala ke-14, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Tampaknya terjadi perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406, antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an, dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang darah biru pada tahun 1468.

Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. Sengkala ini konon ialah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041, yaitu tahun 1400 Saka, atau 1478 Masehi. Arti sengkala ini ialah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. Namun demikian yang bekerjsama digambarkan oleh candrasengkala tersebut ialah gugurnya Bre Kertabumi, raja ke-11 Majapahit, oleh Girindrawardhana.


Sebuah tampilan model kapal Majapahit

Ketika Majapahit didirikan, pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. Pada selesai kala ke-14 dan awal kala ke-15, efek Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. Pada ketika bersamaan, sebuah kerajaan perdagangan gres yang menurut Islam, yaitu Kesultanan Malaka, mulai muncul di bab barat Nusantara.

Catatan sejarah dari Tiongkok, Portugis (Tome Pires), dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus, penguasa dari Kesultanan Demak, antara tahun 1518 dan 1521 M.

Daftar Isi

http://inilah-yangkutahu.blogspot.com$134.5$134.5How much is yours?

close
Banner iklan   disini